.

WWF Indonesia Temukan Badak di Kawasan Hutan Kecamatan Damai-Bentian Besar

WWF Indonesia Temukan Badak di Kawasan Hutan Kecamatan Damai-Bentian Besar SENDAWAR-Setelah menemukan keberadaan hewan mamalia jenis Badak di wilayah Heart of Borneo (HoB) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada awal Januari 2013 lalu. Tim monitoring World Wide For Nature Conservation (WWF)-Indonesia, kembali menemukan keberadaan Badak di antara kawasan hutan Kecamatan Damai dan Bentian Besar Kabupaten Kubar,”ujar Project Leader WWF Indonesia Program Kubar, Arif Data Kusuma pada Lokakarya Upaya Penyelamatan Badak di Kubar, Ruang Diklat Lantai III Kantor Sekretariat Kabupaten Kubar, Selasa (19/1). Bupati Kubar Ismail Thomas mengatakan Badak adalah salah satu fauna yang hampir punah dan keberadaannya harus dilestarikan. Yang jadi perhatikan kita bersama terhadap adanya ancaman, gangguan seperti illegal logging, tingginya perburuan satwa yang dilindungi dan pembalakkan hutan secara liar,”ujar Bupati melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II Sekkab Kubar Meril Elisa pada pembukaan Lokakarya.  Hal ini sungguh memprihatinkan kita semua untuk perlu adanya langkah dan tindak lanjut dilakukannya penyelamatan Badak ini.”Kalau perlu selesai kegiatan ini, sudah ada tindak lanjutnya dan tim penanganan dan penyelamatan Badak ini,”imbaunya. Tugas dan tanggung jawab penyelamatan, pemeliharaan dan pelestarian Badak ini bukan saja dilimpahkan ke pemerintah pusat, pemerintah daerah atau organisasi pemerhati flora dan fauna seperti WWF, Balai Konservasi Sumber Daya Alam saja, namun masyarakat juga ikut bagian mengemban amanah dan tugas ini. Lanjut Arif Data Kesuma mengatakan, dari hasil pemasangan 35 unit kamera di masing-masing lokasi jejak Badak ini. Hasilnya 35 unit kamera tersebut semuanya tertangkap dan terekam aktivitas Badak tersebut.”Hasilnya ada tiga Badak yang terekam dengan tinggi sekitar satu setngah meter dengan berat berkisar 100 kilogram. Untuk jenis Badak yakni, Badak Sumatera dan bercula dua,”terangnya.    Selain itu, hasilnya tim survei menemukan beberapa jejak kaki badak dengan ukuran bervariasi dari 14-15 sentimeter hingga 22 sentimeter, bekas gesekan tubuh badak pada pohon dan penguatan informasi dari masyarakat setempat. Badak di wilayah ini, sekitar delapan Badak. Sementara tim survei juga mengindenfikasi ketersediaan pakan badak berlimpah dan bervariasi, lebih dari 50 spesies tumbuhan pakan diantaranya jenis pakan mahang dan beringin,”katanya. (hms6)